Surakarta, 15 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “PPLH Goes to School: Edukasi Eco-Literacy untuk Siswa SMA Negeri 3 Surakarta Mengenai Pengelolaan Sampah Mandiri” pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen UNS dalam mendukung peningkatan literasi lingkungan sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Surakarta dihadiri oleh Tim Pengabdian PPLH LPPM UNS, jajaran pimpinan sekolah, guru, serta para siswa. Melalui program ini, PPLH LPPM UNS berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah secara bijaksana sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Dalam paparannya, Tim Pengabdian PPLH LPPM UNS menjelaskan bahwa permasalahan sampah tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim. Oleh karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya melalui kebiasaan memilah sampah serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta memperoleh materi mengenai klasifikasi sampah organik, anorganik, dan residu, penerapan sistem pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, pengembangan bank sampah, pemanfaatan ecobrick, serta keterkaitan pengelolaan sampah dengan Program Adiwiyata dan Wanawiyata. Tim juga memperkenalkan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Surakarta, termasuk peran Bank Sampah sebagai pengelolaan di tingkat hulu dan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo sebagai pengelolaan di tingkat hilir. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa pengelolaan sampah memerlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan perguruan tinggi.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah edukasi mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos dan media tanam. Tim Pengabdian PPLH LPPM UNS menjelaskan bahwa sampah organik, seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah kebun sekolah, dapat diolah menjadi kompos yang memiliki nilai guna tinggi sebagai pupuk organik sekaligus bahan penyusun media tanam. Pemanfaatan sampah organik ini menjadi salah satu solusi sederhana namun efektif untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.
Tidak hanya memberikan materi secara teoritis, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan media tanam berbasis kompos yang melibatkan perwakilan siswa SMA Negeri 3 Surakarta. Dengan pendampingan Tim Pengabdian PPLH LPPM UNS, para siswa mempraktikkan proses pencampuran kompos dengan bahan media tanam serta mempelajari fungsi masing-masing komponen dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga peserta tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah organik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Melalui praktik tersebut, siswa didorong untuk memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan di lingkungan sekolah sebagai bahan baku kompos dan media tanam guna mendukung program kebun sekolah, penghijauan, dan implementasi Program Adiwiyata. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya ekonomi sirkular di lingkungan sekolah, di mana limbah organik diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, demonstrasi, praktik, dan diskusi. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengomposan, pemanfaatan sampah organik, pengelolaan bank sampah, hingga penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu lingkungan.
Ketua PPLH LPPM UNS yang sekaligus menjadi Ketua Tim Pengabdian PPLH LPPM UNS yaitu Dr. Rahning Utomowati, S.Si., M.Sc. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan lingkungan hidup.
“Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk membangun karakter peduli lingkungan. Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkan dan menyebarkan kebiasaan baik tersebut di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Pihak SMA Negeri 3 Surakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan PPLH LPPM UNS dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan lingkungan, penguatan Program Adiwiyata, serta pengembangan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan PPLH Goes to School, PPLH LPPM UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk membangun komitmen bersama dalam menerapkan kebiasaan mengurangi, memilah, mengolah, dan mendaur ulang sampah sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Pilah Sampah, Mulai dari Sekolah, Mulai dari Sekarang” menjadi pesan utama yang diharapkan terus tumbuh dan diimplementasikan oleh seluruh peserta setelah kegiatan berakhir.