SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pusat Penelitiam Lingkungan Hidup ( PPLH) UNS dan Kelompok Tani Suroloyo Desa Bandar Kabupaten Pacitan, Jawa Timur melakukan kerja sama untuk meningkatkan nilai tambah empon-empon sebagai komoditi utama masyarakat desa setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat PPLH UNS yang diketuai Fea Prihapsara dengan anggota Prof Dr Okid Parama Astirin, Prof. Dr Ir Endang Siti Rahayu dan Anif Nur Artanti itu mencoba menawarkan solusi melalui teknologi pasca panen. “Teknisnya menggunakan mesin pencuci empon-empon dan mesin rotary dryer untuk mengeringkan empon-empon,” jelas Fea Prihapsara, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews. Fea mengatakan, teknologi pasca panen dinilai akan membantu masyarakat dalam menghasilkan produk empon-empon yang berkualitas dan stabil dalam penyimpanan. Dikatakan, empon-empon yang dihasilkan, dijual dan dipasarkan melalui media pemasaran online maupun cara konvensional. Berita sekengapnya https://joglosemarnews.com/2020/11/pplh-uns-dampingi-petani-empon-empon-di-desa-bandar-pacitan/ Video Kegiatan https://youtu.be/zJY3K0bLVxE
Resesi Ekonomi, Pakar Ekonomi Dr. Suryanto berbicara !
Dr. Surakarta selaku Pakar ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Kepala PPLH UNS mengingatkan pemerintah akan bahaya resesi yang menghantui Indonesia di akhir kuartal II tahun 2020. Belum adanya titik terang kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, menurutnya, menjadi tantangan berat bagi perekonomian Indonesia di kuartal II tahun ini. Dia mengkhawatirkan hal tersebut membuat perekonomian Indonesia tidak bisa leluasa bergerak. Salah satu kemungkinan dampak buruknya yaitu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Beliau menyatakan bahwa “Ancaman resesi ekonomi Indonesia dan resesi ekonomi global adalah nyata. Kalau ekonomi global mengalami resesi, maka pasar ekspor akan mengalami gangguan. Dan giliran berikutnya adalah kebangkrutan dunia usaha serta diikuti oleh PHK besar-besaran”. Indikator penurunan investasi masuk ke Indonesia juga dikhawatirkan akan menyebabkan jumlah uang beredar di Indonesia berkurang. Sejumlah indikator tersebut di antaranya, pertumbuhan ekonomi yang negatif pada kuartal II dan tren ekonomi kuartal III dan IV yang sangat bergantung pada kondisi perekonomian global. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Dr. Suryanto menjelaskan pentingnya usaha pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional bagi masyarakat. Menurut beliau “Kegiatan produksi akan terganggu menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat dan apabila pendapatan menurun akan menyebabkan perekonomian menjadi lesu. Indonesia harus memperkuat sektor-sektor primer terutama sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan kekuatan ekonomi lokal maka masyarakat tidak terlalu bergantung pada ekonomi global” Selain itu, sejumlah sektor yang kemungkinan merasakan dampak paling signifikan jika resesi benar-benar melanda Indonesia, misalnya sektor jasa pariwisata. Keputusan yang diambil pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengakibatkan pariwisata menjadi sektor yang berpeluang terdampak serius. Walau demikian, ada sejumlah sektor yang ia sebut meraup untung di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, jasa komunikasi penyedia jaringan, seperti Zoom, Meet, dan Webex. Mengenai pernyataan Bank Dunia yang menyebut Omnibus Law dapat mendongkrak ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19, Dr. Suryanto menerangkan Omnibus Law sifatnya dapat mempermudah perizinan. Selama masa pandemi Covid-19, hambatan investor bukanlah karena masalah kemudahan menjalankan usaha tetapi karena ekspektasi investor yang masih ragu kondisi kapan Covid-19 akan berakhir. Peluang dampak resesi Singapura terhadap Indonesia tidak akan signifikan. Sebabnya, Singapura merupakan negara yang mengandalkan sektor tersier atau jasa dalam perekonomiannya. “Apabila negara-negara yang selama ini menggantungkan ekonominya pada kegiatan ekspor maka saat ini negara-negara mengalami kesulitan untuk melakukan ekspor karena pasar lesu. Dampaknya Singapura sebagai negara yang mengandalkan dari mengambil jasa juga terpengaruh. Krisis singapura meski berdampak pada ekonomi Indonesia tidak akan signifikan dalam jangka pendek. Struktur perekonomian Indonesia dan Singapura berbeda. Indonesia mengandalkan konsumsi rumah tangga dengan jumlah penduduk 270 juta, sementara Singapura hanya 5,6 juta”. Berita-berita terkait sebagai berikut:1. https://m.merdeka.com/uang/pakar-ingatkan-bahaya-resesi-ekonomi-kebangkrutan-dunia-usaha-dan-phk-besar-besaran.html2. https://kisuta.com/cerna/resesi-hantui-indonesia-pakar-ekonomi-uns-ingatkan-bahayanya3. https://today.line.me/id/pc/article/Ancaman+Resesi+Ekonomi+dan+Dampak+Parah+yang+Ditimbulkan-W8qpXE4. https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-35629081/dr-suryanto-ekonomi-indonesia-tak-leluasa-bergerak-akibat-pandemi-covid-195. https://www.ayojakarta.com/read/2020/07/20/21557/pakar-ekonomi-ingatkan-resesi-indonesia-di-depan-mata
Jadwal Diklat Online PPLH Tahun 2020
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai Lembaga Diklat Amdal ter-akreditasi A dari Kementerian Lingkungan Hidup RI (Nomor sertifikat: 014/AKR/Diklat-S.Amdal/LH/05/2013) akan menyelenggarakan beberapa pendidikan dan pelatihan secara Online/Daring pada Tahun 2020. PPLH-LPPM UNS telah banyak melakukan pelatihan lingkungan yang didukung oleh para pengajar yang ahli dan berpengalaman. Para pengajar adalah pada Dosen UNS yang ahli dan berpengalaman dalam analisis dan kajian lingkungan. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Online PPLH menggunakan fasilitas ZOOM meeting. Pada saat pelatihan setiap kelompok dibimbing oleh Instruktur Pelatihan. Pelatihan Diklat dengan pembentukan Kelompok Online dengan cara pengerjaan tugas dan asistensi tugas. Semua peserta diklat diberikan file presentasi, diktat, bahan latihan dan kuis. Agenda pendidikan dan pelatihan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) LPPM UNS sebagai berikut:1. Diklat Dasar-Dasar Amdal2. Diklat Penilaian Amdal3. Diklat Penyusunan UKL-UPL4. Diklat Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Setelah menyelesaikan Diklat Online, peserta akan diberikan Sertifikat dari PPLH UNS dalam bentuk Sertifikat Print Out (ASLI) yang akan dikirimkan melalui pos ke alamat masing-masing peserta. Peserta pelatihan terbuka untuk umum: pemerintah daerah, akademisi, konsultan, mahasiswa dan masyarakat umum. Biaya Diklat atau kontribusi diklat sebagai berikut:1. Penyusunan KLHS sebesar Rp 4.000.000,-2. Dasar dasar Amdal sebesar Rp. 3.250.000,-3. Penyusunan UKL UPL sebesar Rp. 3.000.000,-4. Penilaian Amdal sebesar Rp. 4.500.000,- Informasi pendaftaran langsung dengan sekretariat kami, dengan Telp/Fax. (0271)-654920; email: pplhuns@gmail.com atau hubungi sdri. Retno (08562502977); Sdri. Dea (0856-4320-9258), dan PPLH (0813-9394-2454)
Materi Webinar Nasional Memperingati Hari Lingkungan Hidup
Kami sampaikan materi dalam kegiatan webinar nasional dalam memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Materi webinar sebagai berikut. Materi Bapar Ir. Ary Sudijanto MSE (unduh DISINI) Materi Bapak Widi Hartanto, ST., MT (unduh DISINI) Kami sampaikan kembali, Bapak/Ibu yang mengikuti webinar bahwa E-Sertifikat keikutsertaan menjadi partisipan akan dikirim maksimal 7 hari setelah pelaksanaan, akan dikirim melalui email Bapak/Ibu. Kami mohon pengertiannya, karena peserta yang telah mendaftar dan berpartisipasi banyak, sehingga mempengaruhi proses penerbitan e-sertifikat. Terimakasih
#gerakanUNSseharitanpaEmisi
Mari kita mulai dari yang terkecil untuk mengubah kebiasaan yang besar. Gerakan UNS sehari tanpa Emisi merupakan salah satu langkah UNS dalam menjaga lingkungan. Tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai awal momentum untuk membiasakan diri beraktifitas didalam kampus dengan cara berjalan kaki, bersepeda, berkendara dengan kendaraan ramah lingkungan serta menggunakan bus kampus dengan mematuhi protokol kesehatan #gerakanUNSseharitanpaEmisi
Webinar Nasional, dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam. Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara tanggal 5-16 Juni 1972 di Stockholm. Hari peringatan ini dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) LPPM Universitas Sebelas Maret akan memperingati Hari Lingkungan Hidup dengan mengadakan webinar yang mengambil tema “Penyusunan dan Penilaian Dokumen AMDAL Pada Era New Normal”. Tema ini diangkat dengan maksud bahwa Dokumen Lingkungan merupakan salah satu instrumen dalam mengelola lingkungan hidup. Sehingga perlu penguatan regulasi, kejelasan teknis pelaksanaan dan mekanisme pemantauan yang berkelanjutan. Dalam webinar mengundang pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Bapak Ir. Ary Sudijanto, MSE. beliau adalah Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan. Beliau akan menyampaikan materi “Strategi Penyusunan dan Penilaian Amdal berdasarkan PERMENLHK No.P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018, dan PERMENLHK No.P.38/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2019 Pada Era New Normal“. Kemudian untuk pemateri kedua yaitu Bapak Widi Hartanto, ST., MT., beliau adalah Kabid. Penataan, Pengkajian Dampak dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, akan menyampaikan materi dengan judul “Problematika Penilaian Dokumen Lingkungan Hidup Di Daerah Selama Pandemi Covid-19 dan New Normal“. Daftar peserta yang mengikuti webinar pada tanggal 5 Juni 2020 sejumlah 977 partisipan. Seluruh partisipan berhak mendapatkan E-Sertifikat. Adapun daftar partisipan/peserta sebagai berikut, dapat DIUNDUH disini KLIK Kami mengundang Bapak/Ibu yang bekerja di Intansi Lingkungan Hidup se-Indonesia, Intansi Perizinan Terpadu, Bapak-Ibu alumni diklat lingkungan PPLH LPPM UNS dan seluruh partner yang telah bekerjasama dengan PPLH. Bapak-Ibu silakan daftar terlebih dengan mengisi google form berikut bit.ly/webinarPPLH-02 dan konfirmasi sdr. Purwo Edi (0821-3453-6766).
Materi Keynote Speaker pada Kegiatan 6th IARTF
Materi dalam kegiatan 6th International Academia Roundtable Forum dapat diunduh pada link dibawah ini. Materi Prof. Dr. Mohammad Reevany Bustami (Centre for Policy Research & International Studies (CenPRIS), USM, Penang Malaysia), materi download DISINI Materi Prof. Dr. Adi Fahrudin (Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia), materi download DISINI Materi Dr. AL. Sentoto Sudarwanto (Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia), materi download DISINI Materi Prof. Dr. Mohd. Dahlan bin HJ Malek (Malaysia), materi download DISINI
IARTF bekerjasama PPLH UNS menyelenggarakan Webinar “Perubahan Sosial Pasca Covid-19”
Organisasi International Academi Roundtable Forum akan mengadakan adalah 6th International Academi Roundtable Forum yang diselenggarakan oleh IARTF bekerjasama dengan CenPRIS dengan PPLH LPPM UNS. Kegiatan ini akan diadakan pada hari Sabtu, 16 Mei 2020 pada Pukul 10.00 WIB s.d. 13.00 WIB. Jadwal kegiatan sebagai berikut: Untuk dapat mengikuti kegiatan ini silakan mendaftar (untuk sertifikat) SERTIFIKAT WEBINAR Untuk join dapat lihat pada Channel Youtube kami PPLH LPPM UNS
Gagasan Solo Pos oleh Kepala PPLH, menyoroti Mengenai Reorientasi RPJMD
Berita lebih lengkap dapat di download [DISINI]
“Ketahanan Pangan dan Ancaman Kerentanan Sosial” materi Kepala PPLH dalam Acara Webinar UI Green metric 2020
Sabtu, 25 April 2020, UI Green metric akan melaksanakan kegiatan Webinar yang kedua. Kegiatan ini merupakan rangkaian Webinar UI Green metric pada hari jumat kemarin. Untuk kegiatan webinar kemarin UNS telah memaparkan upaya UNS dalam pelaksanaan Greencampus saat Pandemi Covid-19. Pemaparan langsung disampaikan oleh Rektor Universitas Sebelas Maret yaitu Bapak Prof. Dr. JAMAL WIWOHO, S.H., M.Hum. Dalam pemaparan beliau secara garis besar menyampaikan langkah-langkah UNS dalam pengelolaan Kampus Berkelanjutan selama masa pandemi Covid-19 dengan cara penguatan peraturan, surat edaran, maupun himbauan yang disampaikan diberbagai media kampus, penyelenggaraan perkuliahan dengan sistem pembelajaran daring, dan pembuatan APD oleh sivitas akademik untuk tenaga kesehatan Indonesia. Kemudian pada hari kedua seminar ini, dengan tema “Kampus Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19”, Greencampus UNS akan menyampaikan materi dengan judul “Ketahanan Pangan era Covid-19 dan Ancaman Kerentanan Sosial” yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup sekaligus Koordinator Green Campus UNS 2020 yaitu Bapak Dr. SURYANTO, S.E., M.Si. Secara umum Bapak Dr. Suryanto akan menyampaiakan materi tentang indikator ketahanan pangan meliputi ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan. Akan dipaparkan gambaran umum kemiskinan yang terjadi di Indonesia, kemudian dampak pandemi Covid-19 dalam mempengaruhi kerentanan sosial. Dari hasil kerentanan sosial maka dapat dihubungan dengan indek kemiskinan. Hasil akhir merupakan implikasi dan solusi yang harus dilaksanakan untuk menjaga ketahanan pangan yang baik guna mengurangi kerentanan sosial. Materi Ketahanan Pangan dan Ancaman Kerentanan Sosial [klik disini] Acara ini dilaksanakan pada jam 10.00-11.30 WIB. Terbatas untuk 100 peserta. Tautan pendaftaran: s.id/SeminarBerkelanjutanKetahananPanganMasaCovid. Dapat disaksikan pada Channel Youtube: https://youtu.be/HqppENTIaPM dan Facebook: https://fb.me/UIGreenMetricWorldRankings