SEMINAR NASIONAL

“Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya, dengan tujuan membina kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatkan kemanfaatan sumber daya alam bagi manusia secara berkelanjutan. Koordinasi dan peran yang dilakukan oleh setiap sektor atau para pihak sangat penting dalam Pengelolaan DAS, sehingga dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup terutama Pengelolaan DAS.

Jumlah DAS kritis di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 1980-an baru sekitar 22 DAS, tahun 1990-an menjadi 35 DAS, dan tahun 2000-an meningkat 69 DAS. Hampir 75% DAS kritis tersebut berada di Pulau Jawa. Salah satu kelemahan dari sistem pengelolaan DAS terpadu (integrated watershed management) meningkat di Indonesia adalah karena semakin melemahnya aspek penegakan hukum, terutama peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan sumber daya air, tata ruang dan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. DAS Solo hulu merupakan DAS prioritas dan letak DAS tersebut sangat strategis mengingat daerah yang dialiri oleh air dari Gajah Mungkur sangat luas, kepadatan penduduk tinggi, dan kerusakan lahan makin meningkat. DAS Solo Hulu juga sangat menentukan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, karena wilayah DAS mencakup beberapa Kabupaten/Kota (Wonogiri, Klaten, Kartasura, Surakarta, Karanganyar, dst.).

Terciptanya good governance juga merupakan prasyarat dari pengelolaan lingkungan yang efektif, namun pemerintah yang sudah mampu mewujudkan good governance belum tentu memiliki kepedulian terhadap aspek keberlanjutan ekosistem, oleh sebab itu pemerintah yang telah mengupayakan aktualisasi prinsip-prinsip good governance masih memerlukan persyaratan tambahan yaitu upaya mengaitkan seluruh kebijaksanaan pembangunan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan ekologis (ecological sutainability).

Dalam upaya untuk ikut memberikan sumbangan terhadap penyelesaian permasalahan DAS yang muncul di berbagai wilayah, PPLH – LPPM UNS akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Seminar akan mengundang pembicara Nasional antar-disiplin di bidang lingkungan hidup dan DAS dan akan melibatkan berbagai pihak antara lain pemangku kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi, pemerhati lingkungan, masyarakat dan mahasiswa.

TUJUAN

Tujuan dari kegiatan Seminar Nasional ini adalah:

1. Menjalin komunikasi ilmiah antar pemegang kebijakan pemerintahan, profesional praktisi, akademisi dan masyarakat luas terkait dengan pengelolaan DAS ataupun kebijakan pemerintah yang terkait dengan DAS.

2. Memberikan dasar pemikiran dan kebijakan tentang konsep pengelolaan DAS tepat dan efektif yang berlandaskan kepada kesejahteraan masyarakat.

3. Mendesiminasikan hasil penelitian, pemikiran, dan pengalaman yang terkait dengan tujuan diselenggarakan seminar nasional ini.

SUB TEMA

1. Regulasi dan Kebijakan Pengelolaan DAS di Indonesia

2. Kapasitas Kelembagaan Sosial Ekonomi dalam Pengelolaan DAS

3. Pengelolaan DAS untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

4. Manajemen Resiko Bencana dalam Pengelolaan DAS

5.  Sumberdaya Kearifan Lokal dalam Pengelolaan DAS

6. Peningkatan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan dalam Pengelolaan DAS

7. Pendidikan Lingkungan Hidup (Ekoedukasi) untuk Kelestarian Fungsi DAS

PEMBICARA UTAMA:

1. Dr. Ir. SITI NURBAYA BAKAR, M.Sc. (Menteri LHK Republik Indonesia)

2. Drs. INDARTATO, M.M. (Bupati Kabupaten Pacitan)

3. Ir. SURATMAN, M.Si. (Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo)

4. BUPATI KABUPATEN BOJONEGORO

TANGGAL PENTING:

1. Kamis, 31 Mei 2018: Batas Akhir Pengumpulan Abstrak

2. Sabtu, 2 Juni 2018: Pengumuman Abstrak yang diterima

3. Minggu, 10 Juni 2018: Batas Akhir Penerimaan Paper

4. Senin, 25 Juni 2018: Batas Akhir Pengumpulaan Revisi Paper

5. Kamis, 5 Juli 2018: Pelaksanaan Seminar